Framework kampanye Meta Ads Tivaza untuk membangun perhatian, menguji angle komunikasi, melakukan retargeting, dan mengembangkan creative yang menghasilkan percakapan berkualitas melalui WhatsApp.
Setiap minggu mempunyai fungsi berbeda. Tujuannya bukan membuat iklan sebanyak mungkin, tetapi menemukan pesan yang paling relevan dan mengembangkannya berdasarkan data.
Menguji berbagai keluhan dan masalah yang paling membuat audience berhenti scrolling.
Mengembangkan angle yang mendapatkan perhatian dan percakapan paling relevan.
Mengajak audience yang sudah berinteraksi untuk melanjutkan percakapan melalui WhatsApp.
Mengembangkan creative yang sudah menunjukkan sinyal performa tanpa mengubah seluruh struktur kampanye.
Alur utama menggunakan Direct Click-to-WhatsApp sehingga audience dapat berpindah dari materi iklan menuju percakapan dengan tim Tivaza.
"Kenapa kondisi kulit sekarang terasa berbeda?"
Berikan edukasi singkat tanpa langsung menjual solusi.
Bantu audience memahami bahwa kondisi setiap orang dapat berbeda.
Arahkan audience untuk berdiskusi dan melakukan konsultasi.
Struktur creative dibuat singkat agar audience dapat memahami pesan dalam beberapa detik.
Keluhan yang terasa dekat.
"Saya juga mengalami ini."
Edukasi singkat dan rasional.
Nama dan kredibilitas Tivaza.
Arahkan ke WhatsApp.
Materi berikut digunakan sebagai framework produksi. Copy dapat disesuaikan dengan creative, cabang, layanan, dan hasil pengujian.
"Kenapa skincare yang dulu ampuh, sekarang terasa biasa saja?"
"Dulu kulit cepat pulih. Sekarang kok nggak?"
"Tidur cukup. Minum cukup. Kok kulit masih kusam?"
"Flek belum juga berubah walau sudah ganti produk?"
"Cerminnya sama. Kulitnya yang sudah berbeda."
"Dulu treatment cocok. Sekarang kok terasa berbeda?"
Bandingkan CTR, CPC, WA dan kualitas percakapan.
Ambil hook dengan respons terbaik.
Ubah angle terbaik menjadi video pendek.
Gunakan perspektif pengalaman sehari-hari.
Tes ulang dengan visual manusia.
Edukasi singkat dari tenaga medis.
Tes angle perubahan kondisi kulit seiring waktu.
Pilih creative untuk retargeting.
Aktifkan audience yang sudah berinteraksi.
"Masih merasa skincare yang dulu cocok sekarang berbeda?"
Arahkan ke percakapan konsultasi.
Gunakan edukasi sebagai penguat trust.
Gunakan testimoni yang benar-benar tersedia.
Masalah → pemahaman → konsultasi.
Evaluasi kualitas chat dan appointment.
Kembangkan materi dengan sinyal terbaik.
Tes variasi hook dan visual.
Uji video dari angle yang sudah tervalidasi.
Tes pembuka baru dari masalah yang sama.
Ubah visual tanpa mengubah pesan utama.
Uji variasi CTA menuju WhatsApp.
Evaluasi, alokasi ulang budget dan susun bulan berikutnya.
Gunakan struktur ini sebagai dasar produksi static, video maupun UGC.
Kondisi kulit dapat berubah seiring waktu. Kenali kondisi kulit dan diskusikan pendekatan yang sesuai.
Seiring waktu, proses regenerasi kulit dapat mengalami perubahan. Apa yang sebenarnya terjadi?
Kondisi kulit tidak hanya berkaitan dengan satu kebiasaan. Pahami kondisi tubuh secara lebih menyeluruh.
Perubahan kondisi kulit dapat berjalan seiring dengan proses penuaan dan berbagai faktor kehidupan sehari-hari.
Struktur dibuat sederhana agar data lebih mudah dibaca dan budget tidak terpecah terlalu banyak.
Mencari audience baru yang relevan dengan masalah dan kebutuhan yang dibahas dalam creative.
Menjangkau kembali audience yang sudah menunjukkan ketertarikan.
Mengembangkan creative yang telah menunjukkan sinyal performa.
Contoh berikut menggunakan budget Rp500.000 per hari. Nominal dapat disesuaikan dengan budget aktual campaign.
Ukur perjalanan audience dari impression sampai appointment agar optimasi tidak berhenti pada metrik permukaan.
| Creative | Spend | Click | Qualified Chat | Appointment | Cost / Appointment | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Skincare | Rp — | — | — | — | — | Rp — |
| Regenerasi | Rp — | — | — | — | — | Rp — |
| Flek | Rp — | — | — | — | — | Rp — |
| Video Dokter | Rp — | — | — | — | — | Rp — |
Masalah → relate → rasa ingin tahu → edukasi → WhatsApp.
Keluhan → insight → trust → konsultasi.
Kebutuhan → informasi layanan → WhatsApp → appointment.
Data → evaluasi → creative baru → scale.